boyolali dph 3

Senin, 05 Mei 2014

Ini sudah memasuki hari ketiga kami di RSU pandan arang boyolali. sangat menyenangkan. banget.

residennya asik, staffnya baik, dan tempatnya cozy sangat. sejuk dan rindang. berbeda sekali dengan muwardi yang panas dab hectic.

kalo boleh milih sih mending stase anak disini aja.hehehe


menunggu visit dr. Noor Alifah, Sp. A

Koas Anak

Minggu, 04 Mei 2014

Yap, sejatinya saya udah jadi koas anak sejak 6 minggu yang lalu. tapi baru kepikiran buat posting hari ini.
dan ini lagi stase boyol. hohoho.

Pada dasarnya di stase ini cukup asik. Dan saya cukup menimati. Ada banyak juga cerita unik di koas anak ini. Tapi nanti saja saya share.

di boyol ini kamar koasnya paling gedhe. Hampir setahun yang lalu saya kesini kamar koasnya masih bersih. Tapi sekarang udah penub coretan koas2 alay. haha.

kamar koas di boyol

Just My Normal Day. eps 04. Keracunan Bakso

Senin, 09 September 2013

Keracunan Bakso

Jaman sekarang emang lagi populer - populer nya orang jualan bakso yang berukuran besar. atau sering dikenal dengan bakso jumbo.
Nah, didorong oleh rasa penasaran yang begitu membuncah dan gara - gara cuman sempat sarapan bubur, saya mencoba salah satu warung bakso di belakang UNS (kampus saya).

Jadi disitu itu menjual bakso yang kira - kira seukuran bola voli.
Awalnya sih waktu ngeliat display di gerobaknya kayaknya gak gedhe - gedhe amat, jadinya langsung pesen aja deh.
"Pak baksonya satu porsi, yang jumbo ya".
Nah, abang baksonya itu melihat dengan tatapan agak kurang percaya dan mengklarifikasi ulang. "yang jumbo mas ?".
"Iya pak".

Saya ke warung itu sendirian soalnya. Jadi bakso segitu gedhe mau gak mau saya sendiri yang harus menghabiskannya.
Dan nantinya saya akan sedikit menyesali keputusan saya ini. hahaha.


Setelah menunggu beberapa saat,,,,
TADA ,,,,,
baksosnya datang.

dan saya menyesal mengabaikan istilah "teliti sebelum membeli" yang sering diwejangkan oleh ibu saya. Jadi di meja saya, saya mendapatkan semangkok kuah dan sepiring bakso. LITERALLY.
Satu baksonya itu bener - bener seukuran piring makan gitu. ya seukuran bola voli.
Nah karena merujuk pada istilah "nasi sudah menjadi bubur" dan "barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan", maka akhirnya saya memakan sepiring bakso dan semangkuk kuahnya.

Dan untuk makan bakso segedhe itu bener - bener butuh perjuangan ternyata. Saya benar - benar merasakan tahap makanan antara "nikmatnya bakso", "kenyang", "eneg gara - gara bakso", "trauma liat bakso", dan "taubat nasuha karena telah khilaf".
Meski akhirnya habis juga sih.

Namun seperti kehidupan manusia yang selalu berputar, perjuangan belum berhenti di situ. Masih ada tahap kedua yang harus dilalui, yaitu,,,,
MEMBAYAR !!!!

Bagian ini agak harap - harap cemas bagi saya. Secara uang di dompet saya hanya 25.000. Melihat ukuran bakso itu saya jadi agak pesimis kalo uangnya cukup. Setelah memantapkan niat dan tidak lupa meminta maaf kepada ibu bapak, akhirnya saya memberanikan diri untuk membayar (daripada diciduk satpol PP gara2 kabur dari warung).

Dan bisa anda tebak harganya?????
10.000? jelas salah
20.000? Salah
25.000? masih salah
30.000? kurang tepat.
Yap! 35.000 saudara - saudara,,,,

Jadi bisa anda bayangkan bakso yang range harga rata - rata 8.000-10.000. Ini harganya 3x lipat harga rata - rata. Dan ini belinya di warung kaki lima yang sangat mengutamakan kuantitas. Ya bisa disimpulkan sendiri lah, porsi ini seharusnya untuk berapa orang.

Saya juga sempat khawatir apakah karena keserakahan saya ini bisa memunculkan suatu diagnosis penyakit baru berupa INTOKSIKASI BAKSO.
belum juga kekhawatiran itu bakso pake formalin ato enggak.
Ya udah lah, pasrah aja.

tapi sejauh ini fine - fine aja sih.

Just My Normal Day. eps 03. Maafkan Saya Ginjal

Jadi salah satu cobaan saya dalam bulan ramadhan ini adalah keharusan untuk tetap ngoas dan jaga selama bulan puasa. Sayapun harus mengurungkan niat untuk program menaikkan berat badan selama bulan puasa ini.

Hari - hari awal puasa terasa cukup berat. Jam 12an sudah mulai ngantuk, ngeleh, ngilu (mengantuk, lapar, dan pusing). Sehingga secara otomatis terjadi penurunan produktivitas karena penurunan aktivitas motorik (bradikinesia).
Meskipun pada hari biasapun yang namanya koas juga selalu "kleleran" kalo ada pasien. Gara - gara kurang asupan ini maka pasien akan tampak lebih Compos Mentis daripada koasnya (Ya, kalo aku sih). Akhirnya untuk mengakalinya saya selalu minum paling enggak 1 liter poca*i s*eat.

Awalnya saya mengira bahwa saya hanya korban iklan, tapi percaya ato tidak, It's Works.

Ya akhirnya saya rutin minum po*ari pada malam hari setelah buka puasa.

Sempet kepikiran sih buat minum RL ato NaCl 0,9% juga. cuman ya,,,,
untungnya cuman kepikiran aja belom sampai ada niat.

Sejauh ini saya fine - fine saja dan merasa lebih baik setelah minum elektrolit - elektrolit tersebut. Namun yang jadi kepikiran adalah gimana nasib ginjal saya.

Meski tidak ada bukti empiris tentang efek minuman elektrolit ke ginjal tapi tetep aja nambahi pekerjaan si ginjal.
Semoga aja si ginjal baik - baik aja dan tidak ngambek.

Dan mumpung di bulan ramadhan ini, saya ingin minta maaf dan mohon kerjasama yang baik kepada kedua partner hidup saya. Semoga sehat selalu dan tetap semangat. Ganbatte!!

Mohon maaf lahir batin ya ginjal,,,,

 

Just My Normal Day. eps 02. Saya Logorrhea

Dalam suatu kesempatan saya dapat jatah jaga di RSJ. Waktu itu pas lagi puasa dan tahu sendiri lah jam - jam 4 ato jam 5 sore itu jam - jam lemes. Badan lemes, ngantuk, pokoknya tidurable banget lah. Apalagi dini harinya bimbingan jam 1 pagi. Tahu sendiri lah bimbingan prof siapa. Pokoknya udah maksimal lah malesnya.

Nah, biar saya gak mati kebosanan ato malah jadi ngamuk - ngamuk sendiri dan langsung masuk bangsal Amarta. Akhirnya saya cuman ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon sama partner jaga. Apalagi partner jaganya beda almamater dan belum lama kenal. Jadinya bisa asal ngobrol dan masih punya banyak stok buat topik ngobrol. Mulai dari topik - topik klise semacam kuliah, kampus, puasa hingga ke topik relationship. Pokoknya apa yang ada di kepala diomongin semua. Obrolannya jadi kelihatan (banget) satu arah gitu.

Singkat cerita, waktu nyari buka di boulevard depan UNS saya didiagnosis menderita logorrhea atau banyak omong atau cerewet.
Hmm,,, baru pertama kali sih ada yang bilang kalo aku cerewet. Seringnya malah disuruh ngomong gara - gara katanya terlalu pendiam (kayaknya. hehe). Eh, dua kali deng. Waktu SMA dulu juga ada yang pernah ngatain kalo aku cerewet. Tapi itu eventual banget.

Sejatinya emang semua orang itu suka cerita sih. Ya termasuk aku, tapi kadang - kadang ragu cerita yang mau diceritain bakal menarik ato enggak. Jadi akhirnya males cerita. Padahal setiap hari kita itu sebenernya punya hal menarik yang bisa diceritain. Ya semacam ibu - ibu warung soto yang kalo ngomong mukanya deket muka kita, tukang fotokopi yang gak profesional, rejeki yang tak terduga, dan sebagainya.

Beberapa orang mungkin memilih menulis dan mengungkapkan di status FB ato twitter. Ya gak papa juga sih, namanya juga social media. social media kan emang diciptakan buat itu. Tapi gara - gara pasti muncul di news feed jadi pasti kesannya malah nyampah gitu. Apalagi yang distatusin juga gak penting ato cuman nyindir - nyindir.
Mungkin mending kalo diceritain secara utuh dalam bentuk storytelling di notes misalnya.
Ya,,,, meski isinya cuman omong kosong dan gak beinti, tapi kalo ditulis dalam bentuk cerita mungkin jadi lebih enak buat baca - baca.

Dan, itu yang mendasari saya bikin seri notes "Just My Normal Day" ini. Simpel aja sih daripada cuman logorrhea ke orang - orang.
Agak kasian sih, jadi bingung.

Just My Normal Day. eps 01.

Jadi di suatu pagi yang cerah di koperasi RSJ.

Seorang anak kecil berseragam SD berlari - lari menuju ke kulkas di koperasi. Kalau digambarkan mungkin anak itu kira - kira kelas 3 SD. Memakai seragam Sd berwarna keki, kesan gizi cukup, perawatan diri baik, dan normoaktif. Anak tersebut tampak tergesa - gesa dan sedikit uring - uringan.

"Mama, mama, mau minum,,,,,,"
"Lho, gak boleh,,, kan katanya mau puasa,,,"
"Tapi kan puasanya cuman sampai siang ma."
"Ini kan belum bedug dzuhur,,,"
"Kan tinggal bentar lagi ma.."
"Lho, jangan nanti dimarahin Mas R(lupa namanya) lho,,,,"
"Tapi haus ma,,,"
"Nanti tak bilangin Mas R lho. Katanya mau puasa,,,,,"
"Gak mau ah, adek gak mau puasa"
bla, bla, bla..................
Ibu dan anak itu pun masih lanjut uring - uringan. dan diakhiri dengan si anak ngambil Mizon* dari kulkas.

Jadi inget jaman kita kecil gitu gak sih. Jaman - jaman latihan puasa gitu. Pasti ada kan yang namanya puasa bedug, puasa manuk(burung - bahasa jawa). buat latihan puasa gitu. Ikut sahur bareng keluarga tapi buka puasanya pas bedug dzuhur. Terus kalo udah jam 10 - 11 pagi itu biasanya udah lemes sama ngeluh. Udah kayak mau mati lah pokoknya. Tapi waktu buka,,,, wuih,,,,,. Gila, segernya minta ampun dah,,
Cesss,,,,, sensasi air yang membasahi tenggorokan.

Teori Demand-Supply dalam Percintaan

Senin, 08 Oktober 2012


Artikel ini saya ambil dari malesbanget.com. cuman kopi paste doang sih. tapi semoga bermanfaat.


Demand

Demand atau permintaan dalam percintaan adalah hubungan antara seberapa tinggi nilai diri kamu dalam dunia pencarian jodoh dan orang-orang yang menurut kamu pantas menjadi pacar kamu. Semakin tinggi nilai kamu, maka semakin sedikit orang-orang yang menurut kamu pantas buat kamu (Bisa jual mahal gitu).
Supaya lebih jelas, kita pake grafik ama contoh kasus aja deh ya.

Natasha adalah cewe jomblo umur 23 tahun. Cantik, tinggi, badannya oke. Lagi nyelesein S2, ngambil mikrobiologi di Amrik. Hobinya masak sama ngelukis. Kalo lagi senggang, dia suka baca buku-buku berat dan nonton film item putih. Manis, baik hati dan humoris.
Sedangkan Dodi adalah cowo jomblo umur 24 tahun. Muka pas-pasan, mandi kalo mau pergi doang. Boro-boro kerja, S1 aja belom kelar. Hobinya tidur, sama main gaple. Urakan, sembarangan, kalo ngutang suka gak bayar.
Dari kedua contoh diatas, ketauan kan mana yang nilainya lebih tinggi. Nah, Natasha sebagai individu yang memiliki nilai tinggi, kalo nyari pacar tentunya pengen yang selevel dong. Terus orang yang selevel dan pantas buat dia berapa sih? Dikit kan. Taro paling lah 5 gitu.
Sedangkan si Dodi, dengan atributnya yang kayak gitu pasti nilainya gak oke lah ya. Karena dia tau diri, dia gak pasang standar tinggi-tinggi lah kalo cari pacar. Dia nyari yang mau menerima dia apa adanya aja. Nah karena dia gak pasang standar tinggi, dia pikir banyak nih yang bisa masuk. Jadi taro lah ada 20 gitu gitu.
Cukup jelas lah ya. Oke sip. Lanjut.

Supply

Kalo Supply atau Penawaran dalam dunia percintaan, adalah hubungan gimana orang-orang menilai diri kamu, dan berapa orang yang mau pacaran sama kamu. Semakin tinggi nilai kamu, semakin banyak orang-orang yang mau pacaran sama kamu.
Kita liat kurvanya biar lebih jelas ya.
Lanjut dari contoh yang tadi, Natasha dengan segala ke-oke-annya dia itu, pasti dianggep sebagai High Quality Jomblo. Karena dia super oke, banyak yang naksir sama dia dan pengen jadi pacarnya. Ya taro lah ada 20 gitu.
Sedangkan si Dodi, karena kualitasnya dia yaa.. Segitu doang, siapa sih yang mau sama dia. Dikit doang kan. Misalnya kita taro angka 5 gitu.
Ngerti ya sampe sini. Lanjut.

Equilibrium 

Titik equlibrium adalah titik dimana demand dan supply bertemu. Kalo dalam percintaan ya ibaratnya “Gayung Bersambut” lah. Apa yang kamu cari pas dengan yang mencari kamu. Cie.
Natasha sama Dodi, titik Demand sama Supply-nya kan ga ketemu tuh. Artinya apa ? Ya artinya mereka masih jomblo. Natasha sih yang naksir banyak, tapi dia jual mahal gitu, gimana mau jadi. Sedangkan si Dodi, dia sih anaknya obralan, tapi gak ada yang mau sama dia. Akhirnya ya gak ada yang jadi juga.
Jadi saran MBDC nih, kalo misalnya kamu ngerasa oke tapi masih jomblo juga, ya jangan terlalu picky deh jadi orang. Dan kalo kamu gak laku-laku, coba introspeksi diri, kamu oke gak? Kalo kurang oke coba usaha gimana caranya biar jadi oke.
Gimana, Ngerti kan ya? Teori asal-asalan gini doang pasti kamu ngerti lah ya. Tapi kalo kamu punya pertanyaan, kritik, masukan atau bantahan yang konkrit mengenai teori ini, isi comment ya.
DISCLAIMER: Tokoh-tokoh yang kami gunakan sebagai contoh dalah fiksi belaka. Jika ada kesamaan nama dan kondisi, maka itu hanyalah kebetulan. Atau keajaiban. Kalo kamu merasa kamu adalah Natasha, harap segera hubungi MBDC. Mungkin ini pertanda.


Sumber: http://malesbanget.com/2012/10/teori-demand-supply-dalam-percintaan/#ixzz28hihilKg
Copyright Malesbanget.com 2011
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives